BERBAGI INSPIRASI

Film “Kingdom of Heaven” menarik. Menarik karena di dalamnya diceritakan “Kerajaan Surga” yang diperjuangkan dengan perang, kebrutalan atau kebiadaban. Film ini mengokohkan adagium Latin kuno: “Si vis pacem para bellum” (=jika menginginkan perdamaian siapkanlah perang). Ini paradoks: tindakan meraih kedamaian adalah kekejaman.

Demi “Kerajaan Surga” perang pun seolah legal. Seolah-olah Kerajaan Allah (=Kerajaan Surga) itu adalah produk dari peperangan. Seolah-olah Kerajaan Allah itu adalah “ciptaan manusia” atau atas kehendak manusia. Bahkan seolah-olah tanpa perang, Kerajaan Allah tak akan datang. Saya jadi teringat kata-kata Karl Raimund Popper dalam bukunya The Open Society and Its Enemies: “banyak tokoh intelektual yang berusaha menciptakan “surga” di bumi dengan tindakan yang justru melahirkan “neraka”.

Manusia zaman kiwari lebih suka “sword” ketimbang “word”. Bagi Popper, sword berarti perang, kekejaman dan kebiadaban. Word adalah dialog, negosiasi tanpa berlumuran darah. Dalam proses “word” diharapkan terjadi kesatuan prinsip yakni perdamaian. Dalam film…

Lihat pos aslinya 1.812 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s