Ketika kesetiaan dan komitmen dalam suatu hubungan dipertanyakan.

Ketika kesetiaan dan komitmen dalam suatu hubungan dipertanyakan..

Iklan

BERBAGI INSPIRASI

Film “Kingdom of Heaven” menarik. Menarik karena di dalamnya diceritakan “Kerajaan Surga” yang diperjuangkan dengan perang, kebrutalan atau kebiadaban. Film ini mengokohkan adagium Latin kuno: “Si vis pacem para bellum” (=jika menginginkan perdamaian siapkanlah perang). Ini paradoks: tindakan meraih kedamaian adalah kekejaman.

Demi “Kerajaan Surga” perang pun seolah legal. Seolah-olah Kerajaan Allah (=Kerajaan Surga) itu adalah produk dari peperangan. Seolah-olah Kerajaan Allah itu adalah “ciptaan manusia” atau atas kehendak manusia. Bahkan seolah-olah tanpa perang, Kerajaan Allah tak akan datang. Saya jadi teringat kata-kata Karl Raimund Popper dalam bukunya The Open Society and Its Enemies: “banyak tokoh intelektual yang berusaha menciptakan “surga” di bumi dengan tindakan yang justru melahirkan “neraka”.

Manusia zaman kiwari lebih suka “sword” ketimbang “word”. Bagi Popper, sword berarti perang, kekejaman dan kebiadaban. Word adalah dialog, negosiasi tanpa berlumuran darah. Dalam proses “word” diharapkan terjadi kesatuan prinsip yakni perdamaian. Dalam film…

Lihat pos aslinya 1.812 kata lagi

Cerita Nyata – Hadiah Cinta yg tak ternilai (True Love Story)

“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. 

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”

Image
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan padanya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorangyang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang ayah

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapayang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekalibisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Betapa kesehatan sangat berharga. Karena dengan sehat, kita bisa beribadah, kita bisa bersosialisasi, kita bisa menjalankan aktifitas, kita bisa menjalankan hobbi dan kita bisa bekerja.. jauh lebih baik ketimbang jika kita sedang sakit…

Problematika RUU PT

Kajian dari DPR yang merilis RUU Pendidikan Tinggi (27 September 2011).

KlasifikasiPerguruanTinggi(PT)

Jenis-jenis perguruan tinggi kembali diklasifikasikan ke bentuk semula, yakni : PTN dan PTS. PTN diklasifikasikan menjadi tiga, yakni : PTN otonom, semi-otonom dan otonom terbatas. Secara diksi, judul jenis-jenis PT ini akan mempermudah pembacaan dibandingkan pada versi sebelumnya yang menggunakan istilah PTN BH, Mandiri dan Pelaksana Teknis. Namun secara esensi tidak banyak hal yang berubah dari versi sebelumnya.

  • PTN otonom: PTN jenis ini memiliki status badan hukum dengan mandat menyelenggarakan pendidikan dari pemerintah. Status badan hukum menjadikan PT otonom berhak mengelola keuangannya secara mandiri dengan menyerahkan laporan dari badan audit. PTN otonom berhak mengelola asset pemerintah dan tetap mendapat bantuan dana secara berkesinambungan dari pemerintah. Evaluasi oleh rapat pleno dilaksanakan oleh Majelis Pemangku Kepentingan. PTN otonom secara esensi merupakan jelmaan dari PTN BH namun dengan beberapa pembatasan. Istilah portofolio tidak terdapat lagi pada draft, kewenangan MPK juga tidak lagi dipaparkan dengan detail selain evaluasi PTN.
  • PTN semi-otonom: Hal yang membedakan PTN semi otonom dan otonom adalah dalam pengelolaan uang. Pada pasal 54 ayat 2 disebutkan PTN semiotonom diberi fleksibilitas pengolahan keungan dengan pola tertentu. Pengelolaan/pendapatan PTN semiotonom termasuk pendapatan negara bukan pajak (masuk dalam kas negara), hal ini berbeda dengan PTN otonom yang tidak termasuk kas negara. Sama halnya dengan PTN semi-otonom, evaluasi PTN dilakukan oleh rapat pleno MPK
  • PTN otonom terbatas: Tidak banyak hal yang dijelaskan mengenai PTN otonom terbatas. Tata kelola dan Evaluasi dilakukan oleh menteri.

Struktur

PTN otonom dan semi-otonom tetap mempunyai sebuah badan tertinggi yang disebut Majelis Pemangku Kepentingan. Majelis Pemangku Kepentingan pada pasal 59 disebutkan berisi masyarakat, pemerintah, sivitas akademika dan warga PT. Dalam hal ini berarti telah mencakup  mahasiswa sebagai salah satu sivitas akademika. Uniknya, kini majelis pemangku ini juga terdapat dalam PTS (Pasal 58) hal ini menyebabkan PTS memiliki tata kelola yang menyerupai PTN otonom.

Pendanaan

Tidak banyak perubahan yang terjadi pada pendanaan, subsidi tetap diperuntukkan bagi 20% dari total jumlah mahasiswa yang masuk perguruan tinggi masih dipertahankan ( berlaku untuk semua jenis perguruan tinggi negeri). Beasiswa ini dihitung 20% secara agregat dan minimal 5% mahasiswa dari tiap prodi mendapat beasiswa.
Sementara itu biaya tanggungan mahasiswa masih di tetapkan 1/3 dari biaya operasional tanpa penjelasan lebih lanjut apakah yang dimaksud secara agregat atau secara individu.

Penerimaan mahasiswa baru

Penerimaan dapat dilakukan oleh berbagai pola namun penerimaan secara nasional diprioritasan (Pasal 63). Tidak dijelaskan secara lebih jelas apa yang dimaksud dengan pemberian priorotas kepada penerimaan secara nasional.

Perguruan tinggi riset (pasal 75)

Poin ini merupakan perubahan yang paling signifikan, pasal mengenai perguruan tinggi riset tidak terlihat pada versi sebelumnya. Apabila RUU ini disahkan, maka Perguruan tinggi riset dijamin keberadaannya oleh undang-undang. Perguruan tinggi riset akan menjadi yang pertama di Indonesia. PT ini akan menjadi pendobrak stereotype pola pendidikan yang umum kita jumpai di Indonesia (pola guru-murid ala timur). Perguruan tinggi ini seharusnya menjadi jawaban segitiga antara industri, pendidikan, masyarakat. Namun perlu diperhatikan kesiapan Indonesia dalam menuju perguruan tinggi riset.

Dengan jumlah pasal yang lebih sedikit, secara garis besar, draft terbaru dari RUU PT ini lebih membatasi dirinya dan membuka ruang kepada payung hukum dibawahnya. Hal-hal rinci seperti tugas dan wewenang MPK, senat akademik, dan badan audit tidak lagi diatur. Portofolio dan pendanaan juga diatur dengan dengan lebih singkat. Sebuah solusi atau sebuah jalan pintaskah? (KASTRAT/Has)

Baca lebih lanjut

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.